Selasa, 10 November 2009


LAPORAN HASIL OBSERVASI
DI
PT.COCA-COLA BOTTLING INDONESIA
UNIT JAWA BARAT
RANCAEKEK-BANDUNG


Oleh:
Kelompok XII
Firmansyah (207 202 102)
Fitriyah Sayyidah (207 202 103)



PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2009







KATA PENGANTAR
Bbismillahirrahmanirrahim,
            Puji serta Syukur kepada Allah SWT, karena dengan rahmatNya dan kebesaranNya-lah  penyusun dapat berusaha menyelesaikan laporan observasi di PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Unit Jawa Barat.
            Dalam penyusunan laporan hasil observasi ini, penyusun menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan karena berbagai keterbatasan yang ada. Namun berkat bimbingan dan dukungan dari semua pihak, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
            Penyusun menyadari banyak sekali kekurangan-kekurangan di dalamnya yang masih perlu untuk dikaji, oleh karena itu nuansa keilmuan dimunculkan untung menampung berbagai  tanggapan untuk perbaikan ke arah berikutnya.
            Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan dan memberikan hidayahNya kepada kita semua dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya.


                                                                                        Bandung, 31 Oktober 2009

                                                                                                     Penyusun



i






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................ii
BAB    I           PENDAHULUAN
                        A.Latar Belakang......................................................................1
                        B.Tujuan...................................................................................2
                        C.Waktu dan Tempat................................................................2
BAB    II         PEMBAHASAN
                        A.Nama Perusahaan.................................................................3
                        B.Badan Hukum/Legalitas.......................................................3
                        C.Sejarah..................................................................................3
                        D.Visi dan Misi........................................................................5
                        E.Karyawan..............................................................................5
                        F.Pengelolaan Perusahaan........................................................7
                        G.Peluang dan Hambatan Perusahaan......................................8
                        H.Strategi Pengembangan Usaha.............................................9
BAB    III        PENUTUP
                        A.Kesimpulan.........................................................................10
                        B.Saran....................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
            Air merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan untuk kehidupan manusia, karena air digunakan untuk bermacam-macam kegiatan manusia seperti minum, pertanian, industri, perikanan dan sebagainya. Di Indonesia, jumlah air mencapai 70 % dari permukaan bumi, namun bukan hanya jumlahnya yang penting, tetapi mutu dari air tersebut juga perlu diperhatikan karena aiar digunakan untuk penggunaan tertentu, seperti air yang cocok untukkegunaan industri atau untuk diminum. (Buckel et al, 1987)
            Air yang diminum diartikan sebagai air yang bebas dari bakteri yang berbahaya dan ketidakmurnian secara kimiawi. Air minum harus tampak menarik dan menyenangkan untuk diminum, selain itu juga air minum haruslah tidak mengandung bahan yang tersuspensi atau kekeruhan.
            Seiring bertambahnya jumlah penduduk dengan kemajuan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta daya kreatifitas yang tinggi mengakibatkan bermunculannya berbagai macam pengembangan produk minuman yang memiliki ciri khas pribadi. Salah satu minuman ringan yang populer dan digemari saat ini adalah minuman ringan yang tidak mengandung alkohol, seperti Coca-Cola, Fanta dan Sprite.
            Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan dan atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dkonsumsi.
Minuman ringan terdiri dari dua jenis, yaitu minuman ringan dengan karbonasi dan minuman ringan tanpa karbonasi. Minuman ringan dengan karbonasi ialah minuman yang mengandung sirup, konsentrat buah dicampur aiar diberi tambahan karbonasi dengan proporsi tertentu  dan bebas alkohol, dikemas dalam kemasan dan dapat langsung dikonsumsi. Sedangkan minuman ringan tanpa karbonasi adalah minuman selain minuman ringan dengan karbonasi.
            Coca-cola merupakan salah satu minuman berkarbonasi yang diproduksi oleh PT.Coca-cola Bottling Indonesia Unit Jawa Barat. Bahan dasar pembuatan produk Coca-Cola ini meliputi konsentrat, gula murni, air bermutu tinggi, dan gas CO2 yang dicampurkan dengan tahap-tahap proses yaitu pengolahan air, pembuatan sirup, pencampuran dan pembotolan.
            Di Indonesia, minuman Coca-Cola ini telah berhasil diproduksi oleh  sebelas pabrik Coca-Cola yang beroperasi di berbagai propinsi di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Ujung Pandang, Bandung, Padang, Bali, Lampung, Manado, Dan Banjarmasin.Produk yang dihasilkan perusahaan minuman ringan tanpa alakohol ini beragam.
            Sistem pemasaran Coca-cola di seluruh dunia sama yaitu sistem pemasaran langsung kepada konsumen atau Direct Selling. Semua yang berminat menjual Coca-Cola, Fanta, Sprite akan diberikan pelayanan yang sama. Pemasaran dan penjualan produk PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Unit Jawa Barat diserahkan kepada PT.Coca-Cola Distribution Indonesia Unit Jawa Barat sebagai distributor tunggal.
B.Tujuan
Mengetahui ruang lingkup serta gambaran mengenai peusahaan dalam konteks perusahaan berkapasitasbesar. Kemudian menambah referensi pengalaman mengenai berbagai sistem usaha. Dan ada hubungan antra teori sebagai konsep dasar dengan lapangan langsung, sehingga akan betul-betul memahami dengan baik.
C.Waktu dan Tempat
Observasi dilakukan satu minggu sebelum laporan disusun, tempat observasi yaitu PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Unit Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Raya Bandung-Garut Km 26 Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.Compose
BAB II
PEMBAHASAN
A.Nama Perusahaan
            Perusahaan ini bernama PT.COCA COLA BOTTLING INDONESIA UNIT JAWA BARAT yang berlokasi di Jalan Raya Bandung-Garut Km 26 Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Yang sebelumnya bernama PT.COCA COLA AMATIL INDONESIA BOTTLING yang telah dicabut Izin Usaha Industri berdasyarkan peraturan Nomor 195/T/INDUSTRI/usan 1994 tanggal 18 Maret 1994 atas nama PT. Coca-cola Amatil Indonesia Bottling.
B.Badan Huku atau Legalitas
            Berdasyarkan Kepusan Menteri Negara. Kepala bahan penanaman modal dan pembinaan Badan Usaha Nilik Negara nomor :439/T/Idustri tentang izin usaha industri.
            Berdasyarkan pernyataan untuk memberikan peran (SIUP) Dengan NKP yaitu  3134-02/03/o5/o7/08/-12/17/21/23-3679, NPWP yaitu1.069.584.9-052.
            Badan Hukum atau legalitas sudah jelas, bahwasannya Coca –Cola Bottling Indonesia berbentuk PT (Perseroan  terbatas).
Lebih jelasnnya dapat di lihat di bagian lampiran.
C.Sejarah
1.      Sejarah Coca-Cola di Dunia
Minuman Coca-Cola pertama kali ditemukan pada bulan Mei 1886 oleh Dr.John S. Pemberton  di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Beliau mencampurkan suatu ramuan khusus dari gula menjadi sirup berwarna karamel, kemudian diaduk bersama air di dalam periuk tembaga. Nama Coca-Cola sendiri disarankan oleh pegawai pembukuannya, Frank Robinson, Yang merancang tulisan Coca-Cola  dalam huruf sambung yang terkenal hingga sekarang. Coca-Cola pertama kali dijual dengan mesin soda fountain di Jacob’s Pharmacy di Atlanta oleh WillisVenable.
Dr.Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 dolar sen per gelas di apotiknya dan mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu minuman Cuma-Cuma. Pada tahun tersebut, ia menghabiskan 46 dolar untuk biaya periklanan. Pada tahun 1892, Pemberton menjual haan guck cipta Coca-Cola ke Asa G.Chandler yang kemudian mendirikan perusahaan Coca-Cola pada tahun 1892.
Pada awalnya penjualan minuman ini dilakukan dengan menempatkan minuman ringan tersebut di dalam guci besar yang diletakkan di tempat strategis.
Namun adanya peningkatan jumlah pembelianmenyebabkan penggunaan guci tersebut dialihkan dengan kemasan botol yang lebih praktis.
Sebelum wafat di tahun 1988, Dr. Pemberton mewariskan ramuan Coca-Cola kepada Asa Chandler, perusahaan yang didirikannya yaitu The Coca-Cola Company merupakan induk dari semua perusahaan pembotolan yang memiliki merk dagang  Coca-Cola di seluruh negara di dunia dengan menyediakan bahan baku konsentratnya. Mulai tahun 1893, The Coca-Cola Company membangun pabriknya di luar Atlanta.
2.      Sejarah Coca-Cola di Indonesia
Coca-Cola mulai dikenal oleh masyaarakat Indonesia sekitar tahun 1927 ketika De Nederland Indische Mineral Water Fabrieck (Pabrik air mineral hindia-belanda) membotolkanya untuk pertama kali di Batavia. Selanjutnya perusahaan tersebut diambil alih oleh pedagang Indonesia dan berubah nama menjadi The Indonesian Bottle Ltd. N. V. Yang berstatus perusahaan nasional. Pertambahan usaha dan modal terjadi pada tahun 1971 dimana IBL berubah menjadi PT.Djaya Beverages Bottling Company yang merupakan pabrik pembotolan modern di Indonesia. Adanya penambahan modal tersebut meningkatkan kapasitas pabrik yang dikuti pula dengan penambahan macam produk yang dihasilkan dalam berbagai ukuran dan kemasan. Seluruh saham PT.DBBC pada tahun 1993 diambil alih oleh  Coca-Cola Amatil Ltd.
Pt.Coca-Cola Amatil Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu Pt.Coca-Cola Amatil Indonesia Bottling dan Pt.Coca-Cola Amatil Indonesia Distribution.
3.      Sejarah Perkembangan PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Unit Jawa Barat
Perusahaan minum ringan Coca-Cola didirikan di Jawa Barat pada tanggal 7 Agustus 1979 yang pada awalnya bernama PT.Tirta Mukti Indah Bottling Company dengan status perusahaan dalam negeri yang akhirnya dipercaya untuk memproduksi Coca-Cola, Fanta, Sprite, dan soda water.
Pemasarannya sendiri untuk wilayah Jawa Barat dilakukan oleh produsen Coca-Cola Jakarta yaitu PT. Djaya Beverages Bottling Company. Namun pada akhirnya, pengelolaan untuk Jawa Barat dilakukna oleh PT.Tirta Lina Bottling Company pada tanggal 14        Mei 1981. PT. Tirta Lina Bottling Company berubah nama menjadi PT.Coca-Cola Amatil Bottling Indonesia.
Pada tanggal 1 April 2003 PT.Coca-Cola Amatil Bottling Indonesia berganti nama menjadi PT.Coca-Cola Bottling  Indonesia Unit Jawa Barat yang berada langsung di bawah pengawasan  PT.Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company di atlanta, Georgia.
D.Visi dan Misi
            Visi dan misi PT.CCBI-Jawa Barat mengacu pada visi-misi secara umum, dimana arahannya lebih kepada kepentingan ekonomi di samping ada kepentingan-kepentingan lain seperti sosial.
E.Karyawan (Ketenagakerjaan)
            Karyawan  di PT Coca-Cola Bottling Indonesia Unit Jawa Barat terbagi ke dalam tiga golongan, yaitu karyawan tetap, karyawan kontrak, dan karyawan harian. Karyawan tetap dibagi menjadi karyawan staf dan nonstaf. Sebagian besar tenaga kerja yang ada di PT.CCBI-Jawa Barat berasal atau direkrut dari lingkungan skitar pabrik, terutama mereka yang bekerja di bagian produksi dan pemasaran. Hingga saat ini, jumlah karyawan di PT. CCBI-Jawa Barat sebanyak 152 orang  yang terdiri dari karyawan tetap, karyawan kontrak, dan karyawan harian. Pembagin tenaga kerja antara lain bgian Water treatment 1 orang, pembuatan sirup 3 orang, proses produksi 15 orang, laboratorium 4 orang, mechanical engineering 3 orang dan bagian limbah satu orang untuk setiap shiftnya. Sisanya merupakan pegawai bagian kantor. Sebagian besar orang yang bekerja di PT.CCBI-Jawa Barat berasal daripenduduk sekitar pabrik dan juga dari luar daerah.
            Sistem penerimaan karyawan dengan menggunkan sistem seleksi dengan melihat tingkat pendidikan, keterampilan, prestasi, kemampuan, dan etos kerja karyawan. Apabila calon karyawan tersebut memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh perusahaan, maka calon karyawan tersebut dapat diterima untuk bekerja. Jika terdapat suatu jabatan lowong, pengusaha berhak untuk mencari dan menetapkan calon yang memnuhi persyaratan untuk jabatan tersebut.
            Waktu kerja karyawan terbagi menjadi dua, yaitu non-shift untuk karyawan staf dengan waktu kerja mulai dari pukul 08.00-16.00 WIB selama lima hari kerja(senin-jumat) dengan jam istirahat pada pukul 12.00-13.00 WIB. Untuk 6 hari kerja seminggu,  senin sampai sabtu yaitu pukul08.00-16.00, dengan istirahat siang 12.00-13.00, dan sabtu 08.00-13.00 tanpa istirahat. Perubahan jam kerja dapat  dilakukan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan untuk karyawan non-staf terbagi menjadi tiga shift yang masing-masing mendapat 8 jam kerja. Pembagin kerja dengan sistem ini bertujuan agar proses produksi dapat berjalan terus selama 24 jam sehari.
            Sistem pengupahan yang berlaku adalah struktur pengupahan terdiri dari gaji pokok, tunjangn tetap dan tunjangan tidak tetap. Upah dibayarkan dalam bentuk upah kotor, dengan demikian pekerja wajib membayar pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Pembayaran upah selambat-lambatnya pada minggu terakhir setiap akhir bulan. Terkecuali ditentukan lain berdasyarkan kesepakatan antara perusahaan dan pekerja.

F.Pengelolaan Perusahaan
            Pengelolaan perusahaan berarti berhubungan denan organigram perusahaan, Pimpinan tertinggi PT.CCBI-Jawa Barat dipegang oleh General Manager. General Manager Ini membawahi dua perusahaan, yaitu PT.CCBI-Jawa Barat sebagai perusahaan penghasil produk dan PT.CCDI-Jawa Barat sebagai distribusi dan pemasaran produknya untuk wilayah jawa barat dan sekitarnya. General Manager berfungsi sebagai perencana fungsi organissi serta wakil perusahaan untuk berhubungan  dengan dunia luar perusahaan, masyarakat dan pemerintah.
            Di kedua perusahaan tersebut, General manager membawahi langsung lima manger yang memimpin masing-masing departement, yaitu Finance Manager, Human Resources Manager, General Sales and Marketing Manager, Bussines Service Manager, dan Technical Operation  and Logistic(TOL) Manager. Setiap manager departemen membawahi seorang atau bebrapa supervisor atau officer.
            Adapun tugas dan wewenang masing-masing jabatan di bagian pabrika adalah sebagai berikut:
a.       Finance Manager
Bertugas membuat rencana pengeluaran biaya operasional, melakukan pencatatan transaksi, mengeluarkan analisis biaya, dan melakukan kontrol terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Departemen ini mempunyai empat divisi yaitu Finance Acounting, Acounting Checker, Business Information System.


b.      Human Resources Manager
Bertugas mengatur masalah administrasi yang berkaitan dengan masalah karyawan atau ketenagakerjaan seperti pengangkatan  karyawan baru, pelatihan aryawan, sistem penggajian, pemberhentian karyawan, dan sebagainya.
c.       General Sales and Marketing Manager
Bertugas sebagai penanggung jawab terhadap pemasaran produk, dan juga menjalankan semua strategi pemasaran yang ditetapkan oleh perusahaan.
d.      Business Service Manager
Bertanggung jawab terhadap jalannya arus informasi di perusahaan. Departemen ini menangani hal-hal seperti pemeliharaan jaringan komputer, internet,fleef dan telepon.
e.       Technical Operation and Logistic Manager
Bertugas sebagai penanggung  jawab terhadap kelancaran produksi perusahaan, yang meliputi ketersediaan bahan baku, kesiapan peralatan dan mesin, serta mutu Produk yang dihasilkan.
G.Peluang Dan Hambatan Perusahaan
            Banyak peluang yang memang sangat pelu untuk direspon dan ditindaklanjuti, namun tentu harus berdasyarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang matang dan melibatkan semua pihak dalam perusahaaan  tersebut. Salah satunya, peluang yang telah ditindaklanjuti adalah kreasi dari produk baru yang didesain untuk menambah warna produk dan sekaligus sebagai wahana persaingan sehat, dikarenakan banyak produk-produk lain yang sejenis yang tentunya akan meramaikan pangsa pasar. Peluang lain, yaitu dengan adanya kerjasama dengan perusahaan lain atau ada upaya sosial untuk menmbah daya tarik perusahaan.
Kemudian hambatan yang dihadapai perusahaan adalah besarnya biaya produksi yang salah satunya menekankan pada air bersih dan listrik dihubungkan dengan fluktuasi ekonomi yang tidak menentu, kemudian adanya persaingan dari pesaing baru yang memiliki tampilan memikat dan memang berkualitas, hal itu harus disikapi secara positif dimana kita harus bisa mendesain dan membuat kreasi baru pada produk yang telah ada. Hambatan lain berupa banyaknya biaya yang lain, yang tidak terduga serta kadang ada berbagai masalah dengan permodalan dan kebijakan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
H.Stategi Pengembangan Usaha
Rencana pengembangan perusahaan PT.CCBI-Jawa Barat yaitu sedang merancang produk baru yang hanya baru desain. Dan sebelumnya pula frestes berhasil menembus pangsa pasar dan mengkategorikan diri sebagai minuman berkualitas dan berkelas. Rancangan tersebut tentunya harus berdasyarkan rekomendasi dari pusat dan tentunya harus diikuti dengan penambahan modal serta luas areal pabrik. Atau mendesain dalam bentuk inovasi produk yang telah ada, supaya tampilannya menarik, atau pula ada sedikit kreasi rasa dan warna. Di samping itu, rencana pengembangan perusahaan yang lain yaitu mengadakan kerjasama dengan bebagai pihak.









BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
            Bahwasannya PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Unit Jawa Barat merupakan perusahaan unit yang fungsinya sama yaitu produksi dan pemasaran produk berupa minuman soda yang tidak beralkohol.
B.Rekomendasi
            Laporan didudun untuk pemenuhan akan tugas disamping pelajaran penting yang harus dikuasai mengenai keberadaan sebuah perusahaan, banyak wacana yang mungkin masih perlu untuk dikaji ulang dan diperbaiki seperti bagaimana mestinya. Penyusun mengajak untuk memperbaiki hal-hal yang masih perlu perbaikan, dan itu merupakan sistematika keilmuan yang mendalam.













DAFTAR PUSTAKA
-          Khory Puji Astuti, Laporan Kerja Praktek di PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Unit Jawa Barat, Bandung:Khory Puji Astuti Publisher, 2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar